Sinopsis “Abrasi”

Ide Cerita   : Fadhil KJ & Hadi Alauddin

Penulis       : Shelvy Noviliyanti & Hadi Alauddin

—————————————————————————————————————————

Pulau dengan segala macam keindahan eksotis-nya senantiasa mampu memanjakan mata kita, melalui kekhasan flora fauna, pasir putih, air laut yang jernih, batu karang, sampai pada keindahan pemandangan hutan bakau-nya yang kesemuanya itu tampak serasi saling melengkapi satu sama lain. Hilangnya keindahan suatu pulau dapat terjadi secara alamiah maupun juga secara non alamiah (disengaja) melalui tangan-tangan jahil manusia. Proses alamiah terjadi karena adanya proses pengikisan wilayah pantai secara terus menerus oleh gelombang laut yang kemudian kita kenal dengan sebutan ABRASI. Abrasi yang demikian memang terjadi secara alamiah, namun menurut data dan informasi yang kami peroleh tidak sedikit yang mengatakan bahwa manusialah yang turut menjadi penyebab proses Abrasi itu lebih cepat terjadi.

Pagi hari, di sebuah pulau bernama Pulau perak yang hanya dihuni oleh 3 orang penduduk, yaitu: Pak Bahar (40) beserta anak laki-laki dan perempuannya: Anca (10) dan Marlina (21). Pak Bahar mendapat sebuah amanat untuk menjaga Pulau perak. Sesuai dengan yang tertulis di sertifikat tanah tersebut, Pulau perak tidak boleh sampai dijual. Masalah mulai muncul ketika ada sebuah perusahaan besar yang berniat mengambil alih Pulau pakau tersebut untuk dijadikan resort mewah.

Doni (24) & Kibo (24) yang merupakan seorang mahasiswa, mendapat tugas untuk mengabadikan keindahan sebuah pulau dan sekitarnya . Dalam perjalanannya, banyak hal yang harus mereka mereka lalui, mulai dari perlakuan tidak menyenangkan Pak Bahar yang harus mereka terima, cinta lokasi antara Doni dengan Lina, sampai pada Doni & Kibo yang harus ikut terseret arus masalah yang dihadapi oleh Pak Bahar. Didorong oleh rasa cintanya yang besar kepada Lina, Doni pun bersedia untuk membantu menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi oleh Pak Bahar & keluarganya.

Untuk menjalankan rencana  membangun sebuah resort mewah di kawasan Pulau Bakau, maka Perusahaan besar tersebut mengutus 2 orang kurir untuk memaksa Pak Bahar agar menyetujui pembangunan proyek perusahaan mereka. Tekanan demi tekanan harus diterima Pak Bahar beserta keluarganya, sampai pada akhirnya Pak Bahar harus menerima kekalahan dimana Perusahaan Kertas tersebut berhasil memenangkan pengadilan sehingga perusahaan mereka mendapatkan hak penuh atas Pulau Bakau. Tanpa adanya kemampuan untuk melawan perusahaan tersebut, dengan sangat terpaksa dan penuh rasa kecewa Pak Bahar harus menerima kenyataan pahit bahwa dia dan keluarganya harus meninggalkan Pulau yang telah lama mereka tinggali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s